ADAT ISTIADAT LAMPUNG

Adat istiadat Lampung Tengah adalah masyarakat adat pepadun yang dikenal dengan Abung Siwo Telu Suku. Upacara adat Lampung Tengah umumnya ditandai dengan adanya perkawinan yang berbentuk perkawinan “jujur” dengan menurut garis keturunan patrilineal yang ditandai dengan adanya pemberian uang kepada pihak mempelai wanita untuk menyiapkan “Sesan” berupa alat-alat rumah tangga. Sesan tersebut akan diserahkan kepada pihak keluarga laki-laki pada saat upacara perkawinan berlangsung yang sekaligus sebagai penyerahan mempelai wanita kepada keluarga laki-laki.

Dengan demikian secara hukum adat maka putuslah hubungan keluarga antara mempelai wanita dengan kedua orang tuanya. Upacara perkawinan tersebut dalam perkawinannya dapat dengan cara Ngibal Serbo. Bumbang Aji. Ittar Waway. Dan sebumbungan.

Prinsip-prinsip dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan suatu corak khas masyarakat Lampung dapat disimpulkan ada 5 (lima ) prinsip, yaitu :

1. Pesenggiri
“Pi`il Pasenger” diartikan sebagai segala sesuatu yang menyangkut harga diri, perilaku dan sikap yang dapat menjaga dan menegakkan nama baik dan martabat secara pribadi maupun secara berkelompok senantiasa dipertahankan. Dalam hal-hal tertentu seseorang (Lampung) dapat mempertaruhkan apa saja termasuk nyawanya demi untuk mempertahankan pi`ill pesenggiri tersebut.
2. Sakai Sambaian
“Sakai Sanbaian” meliputi beberapa pengertian yang luas termasuk di dalamnya gotong royong, tolong menolong, bahu membahu, dan saling memberi terhadap sesuatu yagn diperlukan bagi pihak-pihak lain. Dalam hal ini tidak terbatas pada sesuatu yang bersifat materi saja, tetapi juga dalam arti moril termasuk sumbangan pikiran dan lain sebagainya.
3. Nemui nyimah
“nemui Nyimah” diartikan sebagai bermurah hati dan ramah tamah terhadap semua pihak, baik terhadap orang dalam satu klan maupun dari luar klan dan juga terhadap siapa saja yang berhubungan dengannya.
4. Nengah Nyapur
“Nengah Nyapur” adalah tata pergaulan masyarakat Lampung dengan kesempatan membuka diri dalam pergaulan masyarakat umum dan berpengetahuan luas, serta ikut berpartisipasi dalam segala hal yang bersifat baik, yang dapat membawa kemajuan sesuai dengan perkembangan zaman.
5. Bejuluk Beadek
“Bejuluk Beadek” adalah didasarkan kepada “Titei Gemettei” yagn diwarisi tutun temurun dari zaman dahulu, tata ketentuan pokok ayng selalul diikuti (Titei Gemettei) termasuk antara lain menghendaki agar seseorang disamping mempunyai nama juga diberi gelar sebagai panggilan terhadapnya. Bagi orang yang belum berkeluarga diberi juluk (bejuluk) dan setelah kawin

Iklan

About syaifulislami

Tebak za sendiri, nGa' Gaul

Ditulis dalam Tak Berkategori

Permalink Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Saya

RSS Links My Quran

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS islamhouse.com :: All items :: English

  • The Ways of Allah with His Creation September 26, 2017
    Allah created his creation, decreed the predestination and ordained set ways upon the universe, individuals, nations and people. These ways apply to his slaves, his allies, his enemies, and to the heavens and earth. These ways rule humanity and life on earth. They do not vary according to time or place.
  • The Rise of Commercial Centers - Problems and Solutions September 26, 2017
    A competition is in full swing in society, which involves following the latest news regarding markets, consumers products and the newest fashions and brands. The authors mentions eight reasons which encourage him to discuss this topic. One of these topics is that markets became a part of our culture and a prominent feature of both Arab and Western societies.
  • The Reaction of People of Faith and People of Negligence to the Eclipse September 26, 2017
    According to scientific researchers: “The eclipse is a natural phenomenon which should be regarded without alarm.” This is what the people whose concern is only for this world say about the eclipse. This is the reaction of the people of negligence. What about the people of faith?
  • The Epidemic of Electronic Games September 26, 2017
    The author wrote about this problem, "Researchers and educators who are emphasized in this field have been warning against the disastrous effects of these video games on our children, which have increased to epidemic proportion in recent times."

Masukkan alamat email Anda untuk menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru kami melalui email, Gratis.

Bergabunglah dengan 3 pengikut lainnya

My Twitter

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

%d blogger menyukai ini: